Kabut Senja

0






Gunung Burangrang – Memiliki ketinggian sekitar 2.050 meter diatas permukaan laut (mdpl) yang juga termasuk dalam satu rangkaian gunung tangkuban perahu dan gunung bukit tunggul. Rangkaian pegunungan ini merupakan sisa-sisa dari letusan dahsyat gunung sunda purba yang pernah terjadi pada zaman prasejarah.
Saat ini wilayah gunung burangrang telah dikelola oleh PT PERHUTANI dimana sebagian kawasannya telah dijadikan pula sebagai lokasi latihan militer oleh KOPASUS. Untuk itu untuk masuk kawasan gunung burangrang, anda harus memiliki izin terlebih dahulu dari pos penjagaan.

Lokasi Dan TransportasiGunung Burangrang termasuk dalam wilayah Desa kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Terdapat tiga buah jalur pendakian yang bisa digunakan untuk menuju ke puncaknya, yaitu melalui jalur:

  1. komando, 
  2. jalur legok haji dan 
  3. jalur pangheotan.

  • Jika melewati jalur Komando,
 banyak tersedia angkutan umum yang bisa anda gunakan. Dari Jakarta, anda dapat menggunakan bus jurusan Terminal Leuwi Panjang, Bandung, ongkosnya sekitar Rp 30.000*). Dari Terminal Leuwi Panjang selanjutnya perjalanan menuju Terminal pasar atas Cimahi dengan menggunakan angkot, ongkosnya sekitar Rp 5.000*).  Dari Terminal pasar atas Cimahi kemudian berganti angkutan lagi yang menuju Desa Kertawangi dan turun di pertigaan komando, ongkosnya sekitar Rp 4.000*). Dari pertigaan komando ini anda dapat berjalan kaki menuju pos perizinan yang dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit atau jika tidak ingin capek anda dapat naik ojek.


  • waktu tempuh.

Mendaki gunung burangrang membutuhkan waktu tempuh normal sekitar 4-5 jam pendakian dengan medannya yang cukup menantang. 

Awal perjalanan dari gapura komando, anda akan melintasi jalanan desa dengan rumah-rumah penduduk di sekitarnya sampai akhirnya akan tiba di pos perhutani. 
Disini anda dapat melakukan perizinan pendakian terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. 
Fasilitas di pos ini terbilang cukup lengkap, terdapat sebuah mushollah, lahan parkir, kamar mandi dan juga sebuah warung kopi. Selanjutnya perjalanan anda akan menuju pos penjagaan TNI dimana anda pula harus melakukan perizinan disini.
 Dari pos TNI inilah pendakian anda baru akan dimulai.
Selepas dari pos TNI, perjalanan anda akan melintasi medan yang masih cukup landai dengan pemandangan kawasan perkebunan dan hutan pinus yang banyak berdiri di sepanjang jalur. Keberadaan hutan pinus ini cukup membuat suasana menjadi asri dan teduh. Selain itu pula pemandangan sekitar yang cukup terbuka dan suara kicauan burung-burung akan menjadi suguhan yang menarik selama dalam pendakian.

Sampai sekitar 30 menit perjalanan, anda akan tiba di sebuah lahan datar yang merupakan Pos 1. Disini anda dapat mendirikan tenda ataupun sekedar beristirahat melepas lelah. Pemandangan disini pun cukup indah, dari kejauhan akan tampak pemandangan Situ Lembang yang merupakan danau indah dengan airnya yang jernih. Belum lagi suasana hijaunya hutan yang mengelilinya, menjadikan pemandangan danau ini sangat menarik untuk dinikmati berlama-lama.
Selepas dari Pos 1, perjalanan anda selanjutnya akan mulai masuk hutan gunung, melintasi jalan setapak dengan medan yang mulai menanjak dan juga berbatu. Disinilah awal tantangan yang harus anda lalui untuk sampai di puncaknya. Walaupun jalur yang dilalui mulai menanjak cukup terjal namun anda pula akan menemui beberapa lokasi yang cukup datar sampai menuruni bukit, mungkin dapat dikatakan pula sebagai bonusnya. Pemandangan yang tersaji pun sepertinya akan mampu mengobati penat yang dirasakan. Hamparan hutan yang menghijau dengan situ lembang di sisi lembahnya dijamin akan membuat mata anda kagum. Belum lagi hamparan persawahan dan perkebunan penduduk, semakin melengkapi sajian indah di depan mata.
Puncak gunung burangrang ditandai dengan adanya sebuah tugu triangulasi berwarna putih, dimana pada tugu tersebut terdapat tulisan “selamat datang di puncak burangrang 2050 mdpl”. Keadaan puncak tidaklah begitu luas, mungkin hanya dapat diisi dengan dua buah tenda kapasitas empat orang. Selain itu pula tidak terdapat tumbuhan edelweiss seperti yang ada di beberapa gunung lainnya, namun pemandangan yang tersaji dari atas sini sangatlah menawan, tak kalah indah dengan gunung-gunung lain di sekitarnya. Jika cuaca cerah akan tampak gunung tangkuban perahu serta jajaran pegunungan dan perbukitan hijau lainnya yang konon merupakan bagian dari jajaran letusan gunung sunda purba. Disisi lain tampak pula hamparan perkebunan dan persawahan penduduk, pemukiman desa dan kota-kota serta lembah menghijau dengan sebuah danaunya yang terkenal dengan sebutan Situ Lembang. Sungguh sebuah ciptaan Tuhan yang sangat indah dan sempurna.
Tips
1.      Mintalah izin terlebih dahulu kepada pos penjagaan sebelum melakukan pendakian. Hal ini berguna untuk keselamatan dan keamaan anda selama dalam pendakian.
2.      Sebaiknya anda mencari tahu terlebih dahulu kapan latihan militer kopasus digelar karena anda tidak akan diizinkan melakukan pendakian saat latihan berlangsung.
3.      Bawalah data diri seperti copy KTP, SIM ataupun tanda pengenal lainnya yang berguna untuk mengurus perizinan nantinya.
4.      Bawalah peralatan dan perlengkapan standar pendakian. Jangan paksaan mendaki jika cuaca buruk.

Posting Komentar

 
Top